Ceramah Yang Baik Tidak Sekedar Dengan Mengarang Cerita, Tapi Juga Harus Bergizi

oleh -465 views
Maqonsae~UAS, Ustad Abdus Shomad

Pengajian dengan kitab dan ilmu tertentu relatif kurang mendapat sambutan antusias di tengah-tengah masyarakat kita, kadang majlis yang sepi, akibat kejenuhan, karna materi dan penceramahnya itu-itu saja, bahkan ada juga majlis pengajian yang berhenti dengan sendirinya. Padahal sang pemeterinya adalah seorang kyai yang alim, Zuhud dan kharismatik.

Hal ini terjadi bukan karena tidak punya bahan atau tema yang dibahas,  namun kemungkinan besar adalah kurangnya mengelola materi dangan baik dan nyaman dicernah oleh mustami’in,  atau materi yang monoton yang selalu berputar masalah itu-itu saja sehingga membuat masyarakat yang ikut pengajian terasa jenuh.

Namun jika pengajiannya kaya akan tema dan mengemasnya dengan baik,  sehingga bahasa penyampaiannya sangat sederhana namun sangat mengena dan mudah difahami, apalagi disela-sela penyampaian materi diselipi  kisah-kisah tauladan penuh dengan hikmah,  Insya Allah akan membuat majlis pengajian hidup, apalagi ada humornya, maka sudah barang tentu majlis pengajian seperti ini akan ramai dihadiri oleh jemaahnya.

Untunglah ternyata kita sudah banyak memiliki Para Dai, atau Ustadz yang dapat menyelipkan kisah-kisah penuh hikmah, sehingga di akhir ceramah atau pengajian dapat memberikan kesadaran pada masyarakat yang mendengarkannya atas contoh-contoh atau ibrah yang disampaikan oleh Sang Dai atau Ustadz tersebut.

Imam Ibnu Hajar Al Haitami berkata:

(وَمِنْهُ يُؤْخَذُ – أي من كلام النووي – حِلُّ سَمَاعِ الْأَعَاجِيبِ وَالْغَرَائِبِ مِنْ كُلٍّ مَا لَا يَتَيَقَّنُ كَذِبَهُ بِقَصْدِ الْفُرْجَةِ بَلْ وَمَا يَتَيَقَّنُ كَذِبَهُ لَكِنْ قَصَدَ بِهِ ضَرْبَ الْأَمْثَالِ وَالْمَوَاعِظِ وَتَعْلِيمَ نَحْوِ الشَّجَاعَةِ عَلَى أَلْسِنَةِ آدَمِيِّينَ أَوْ حَيَوَانَاتٍ)
تحفة المحتاج

Dapat diambil satu keterangan dari perkataan An-Nawawi diperbolehkannya mendengar cerita-cerita yang aneh-aneh dari setiap hal yang tidak diyakini kedustaannya dengan tujuan menghilangkan kesedihan. Bahkan (boleh mendengar) hal-hal yang diyakini kedustaannya dengan tujuan mengambil pelajaran, petuah dan seperti mendidik keberanian dari perkataan manusia atau hewan (Tuhfah Al-Muhtaj, 9/398)

Sang Dai,  bisa menyampaikan materi dengan baik dan kreatif ini membutuhkan usaha dan peesiapan yang matang, tidak hanya bisa pandai menypaikan,  tetapi juga dituntut untuk terus belajar membuka kitab-kitab rujukan untuk mengembangkan diri, sehingga kita tidak akan menemukan Seorang Dai yang hanya pandai menyampaikan tapi isinya kurang ‘bergizi’ dan kurang ‘vitamin’.

Tentang Penulis: ibnuhadi

Gambar Gravatar
Jika engkau tidak bisa menyebarkan kebaikan dengan lisan, maka sebarkanlah kebaikan melalui tulisan