Cerdas BerHari Santri Nasional, Agar Tidak Dimanfaatkan Golongan Lain

oleh

CERDAS BERHARI SANTRI

Ketika melihat umat Yahudi di Madinah berpuasa Asyura (10 Muharram) karena keyakinan mereka bahwa tanggal itu Nabi Musa AS diselamatkan dari kejaran Fir’aun, Rasulullah SAW bersabda:

«نَحْنُ أَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ» ثُمَّ أَمَرَ بِصَوْمِهِ

“Kami lebih berhak menghormati Nabi Musa daripada kalian.” Lalu beliau menyuruh para sahabat berpuasa Asyura. (HR. Bukhari)

Ketika bendera Tauhid digunakan (dimanfaatkan) oleh ormas tertentu, seharusnya seluruh umat Islam menghormati bendera tersebut sambil mengatakan, “Kami lebih berhak menghormatinya daripada ormas manapun.”

Ketika lambang Ka’bah dimanfaatkan oleh parpol tertentu, seharusnya seluruh umat Islam menghormati lambang tersebut sambil mengatakan, “Kami lebih berhak menghormatinya daripada parpol manapun.”

Ketika slogan Al Quran dan Sunnah dimanfaatkan oleh aliran tertentu, seharusnya seluruh umat Islam menghormati slogan tersebut sambil mengatakan, “Kami lebih berhak menghormatinya daripada aliran manapun.”

Ketika nama Muhammad SAW dimanfaatkan oleh institusi pendidikan tertentu, seharusnya seluruh umat Islam menghormati nama tersebut sambil mengatakan, “Kami lebih berhak menghormatinya daripada institusi manapun.”

Ayo, jadikan Hari Santri sebagai hari yang mencerdaskan bangsa, bukan sebaliknya.

Tentang Penulis: ibnuhadi

Gambar Gravatar
Jika engkau tidak bisa menyebarkan kebaikan dengan lisan, maka sebarkanlah kebaikan melalui tulisan