Dahsyatnya Doa Ibu Yang Menyebut Nama Anaknya Dalam Doa

oleh -900 views
Dr. Fauzia Addabbus, seorang psikolog yg amat populer di Kuwait, pernah menulis di akun twitternya tentang rahasia-rahasia doa seorang Ibu jika setiap malam ia mendoakan anak-anaknya, dan ternyata tulisan tsb itu telah mengubah jalan hidup banyak orang. Ia menulis sbb:
“…Wahai para ibu, jangan kau tidur setiap malam sebelum kau angkat kedua tanganmu sambil menyebut satu persatu nama anak-anakmu dan mengabarkan kepada Allah bhw engkau ridha atas mereka masing-masing”.
Berikut ini doanya:
اللهم إني أشهدك أني راضية عن ابني/ابنتي ……. تمام الرضا، وكمال الرضا، ومنتهى الرضا. فاللهم أنزل رضوانك عليهم برضائي عنهم
(Allāhumma innī usyhiduka annī rādhiyah ‘an ibnī/ibnatī… [sebut nama anak-anakmu satu persatu] tamāmar-ridhā, wa kamālar-ridhā, wa muntahar-ridhā. Fallāhumma anzil ridhwānaka ‘alaihim biridhāi ‘anhum”
Artinya:
“Ya Allah, aku persaksikan kepada-Mu bahwa aku ridha kepada anakku (…….) dengan ridha yg paripurna, ridha yg sempurna dan ridha yg paling komplit. Maka turunkanlah, ya Allah, keridhaan-Mu kepada mereka berkat ridhaku kepada mereka).
TESTIMONI
Seorang ibu yg mengamalkan doa ini utk anak laki-lakinya yg berumur 22 tahun bertutur sbb:
Sejak kelahiran anakku itu aku sangat menderita karenanya. Dia tak pernah shalat dan bahkan jarang mandi. Dia sering berdebat panjang denganku, dan tak jarang dia membentakku dan tak menghormatiku, meski aku sudah sering berdoa untuknya.
Maka ketika aku membaca twittermu aku berkata: “Mungkinkah omongan ini benar? Tampaknya masuk akal”.
Akhirnya kuputuskan untuk mencobanya. Ternyata benar, setelah seminggu aku mengamalkannya tampak mulai ada perubahan. Nada bicara anakku kepadaku mulai melunak, dan pertama kali dalam hidupku aku tertidur dalam kedamaian. Kemudian kudapati anakku mandi meski aku tidak menyuruhnya.
Minggu kedua aku terus berdoa untuknya sesuai anjuranmu. Suatu ketika ia membukakan pintu untukku dan menyapaku “Apa kabar, ibu?” katanya dengan suara lembut yang tak pernah kudengar darinya selama ini.
Aku gembira tak terkira walaupun aku tak menunjukkan perasaanku kepadanya. Empat jam kemudian aku menelponnya di ponselnya, dan ia menjawabku dengan nada yang berbeda dari biasanya: “Bu, aku di samping masjid dan aku baru akan shalat waktu ibu menelponku”.
Maka aku pun tak mampu menahan tangisku, bagaimana mungkin ia yg tak pernah shalat bisa mulai shalat dan dengan lembut menanyaiku apa kabar? Tak sabar aku menanti kedatangannya dan segera kutanyai sejak kapan engkau mulai shalat?
Jawabnya, Aku sendiri tak tahu Bu. Waktu aku di dekat masjid tadi mendadak hatiku tergerak untuk shalat.”
Sejak itu kehidupanku berubah 180 derajat dan anakku tak pernah lagi berteriak-teriak kepadaku dan sangat menghormatiku. Tak pernah aku mengalami kebahagiaan seperti ini walaupun aku sebelumnya sering hadir di majelis-majelis zikir dan pengajian-pengajian”.
Doa ibu itu nenar-benar ampuh, tetapi lantaran kesibukan sehari-hari seringkali seorang ibu lupa berdoa untuk anak-anaknya. Sering juga dia menganggap bhw pusat-pusat bimbingan psikologi adalah tempat terbaik untuk mengurus perkembangan anak-anaknya. Padahal justru doa ibulah jalan tersingkat untuk mencapai kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat. Jangan pernah bilang: “Ah anakku masih kecil, ngapain didoakan?”
Jadi, doakanlah mereka mulai sekarang, dan jadilah orang yg bermurah hati dg doa-doamu untuk mereka. Allah telah menjadikan kita, para ibu, wasilah bagi anak-anak kita dalam hubungan mereka dg Allah melalui doa-doa kita untuk mereka.
Kita bisa melakukannya kapan pun kita mau, dan kita bisa mengetuk pintu-Nya kapan pun kita suka dan Allah tak pernah mengantuk dan tak pernah tidur. Selamat berdoa
(disadur dari postingan di grup wa)

Tentang Penulis: ibnuhadi

Gambar Gravatar
Jika engkau tidak bisa menyebarkan kebaikan dengan lisan, maka sebarkanlah kebaikan melalui tulisan