Gempa Bumi Musibah Atau Ujian?

oleh
maqonsae ~ potret terkini Palu-Donggala usai gempa (foto: Twitter/@bagjasatiya)

Musibah dan Ujian dalam pandangan bahasa kita tidak terlalu jelas perbedaannya. Namun dalam bahasa Arab keduanya dibedakan. Seingat saya dalam salah satu penjelasan Prof. Quraisy Syihab diantara perbedaan keduanya bahwa (yang beliau kutip dari beberapa ulama):

1. Musibah karena kecerobohan manusia
2. Ujian adalah murni pemberian ujian dari Allah kepada makhlukNya.

– Musibah
Setiap kejadian yang memberi dampak yang menyakitkan atau sampai menimbulkan korban jiwa,  atau kerugian terhadap harta maka bisa di kategorikan musibah,  adapun dalilnya adalah firman Allah:

وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ

(Ash-Shūraá) : 30 – “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”
Contoh seperti banjir adalah kesalahan dari manusia, tanah longsor akibat penggundulan hutan juga oleh manusia dan sebagainya.
Meskipun musibah karena ulah manusia namun apa yang ditimpakan oleh Allah kepada mereka adalah sesuatu yang berguna dan ada hikmahnya, sebagaimana firman Allah:

قُل لَّن يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ

(At-Tawbah) : 51 – Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami…”.

– Ujian (Bala’)
Sedangkan Ujian (Bala’) sama sekali tidak ada keterlibatan manusia dan atas kehendak Allah untuk menguji manusia.

Ujian dari Allah ada 2 bentuk:

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً

(Al-‘Anbyā’) : 35 – “… Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).”

Nah, gempa bumi apakah bentuk musibah karena ulah manusia atau murni ujian dari Allah?
Jelas sekali seperti gempa bumi adalah ujian dari Allah. Sebab tidak ada ulah tangan manusia yang merusakkan lempeng bumi di dasar laut terdalam. Gempa bumi bukanlah bentuk ulah manusia karena ‘seseorang’ dijadikan tersangka, sebagaimana yang sedang viral di media sosial atas penetapan seorang tokoh agama sebagai seorang tersangka.

maqonsae ~ screnshot dari grup WA

Atau mengait-ngaitkan gempa dengan adanya sebuah monumen atau tempat yang diduga merupakan simbol dajjal dengan tanda-tanda populernya mata satu, sungguh tega dan terkesan asal-asalan, disaat saudara kita tertimpa musibah,  dengan mudah sekali kita mengaitkan sesuatu yang tidak ada keterkaitannya sama sekali, dengan musibah yang menimpa saudara-saudara kita seiman dan sebangsa di seberang pulau sana.

Di sandur dari status FB Ustad Ma’ruf Khozin dengan sedikit tambahan

Tentang Penulis: ibnuhadi

Gambar Gravatar
Jika engkau tidak bisa menyebarkan kebaikan dengan lisan, maka sebarkanlah kebaikan melalui tulisan