Inilah Alasannya Santri Keren yang kerap kali berebut menata sandal Kiai

oleh

Pada saat hari Jumat di Masjid Jamik Pondok Pesantren, beberapa kali—bahkan setiap akan shalat Jumat—ada seorang santri yang berebut membalikkan sandal Kiai. Ya, pada setiap jumatan, ada satu dua orang santri yang nampak selalu menunggu para masyaikh melepaskan sandalnya saat memasuki maajid. Setelah kiai berjejak naik ke masjid, santri tersebut dengan langkah berhati-hati mendekati sandal kiai. Lalu diambil dan dibalikkannya sandal kiai tersebut, inilah ciri-ciri dari santri keren.

Sebenarnya bukan hanya santri keren saja yang melakukan aktifitas ini. Masyarakat di desa juga kerap melakukan hal sama. Jika ada kiai yang disegani, masyarakat akan membalikkan sandalnya dalam artian menghormati kiai. Sependek pengetahuan saya, cerita ini erat kaitannya dengan cerita-cerita dalam berbagai kitab klasik tentang proses mendapatkan barokah dari orang-orang yang dekat dengan Allah SWT., seperti kiai atau ulama.

Inilah Alasannya Santri kere yang kerap kali berebut menata sandal Kiai, sekaligus Ngalap berkah dengan menata sandal

التبرُّكُ بالنَّعلين من الوليِّ أفضلُ منه بغيرهما لأنهما يَحمِلانِ الجُثَّةَ كلَّها . ( الفوائد المختارة : ٥٧٠ )

Ngalap berkah melalui sandal seorang wali labih utama dari pada dengan selainnya. Karena sandal di gunakan untuk membawa jasad seutuhnya.

Satu hal unik yang sudah menjadi ciri khas santri keren adalah mereka suka berebutan menata sandal kiainya. Menata sandal kiai adalah bentuk kepatuhan yang tulus dan keta’dziman kepada sosok guru atau kiai dan diyakini didalamnya ada keberkahan. Santri menyebutnya sebagai upaya ngalap berkah.

Perbuatan menata sandal ini juga melibatkan  2 kiai besar Indonesia yaitu KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari saat mereka bersama berguru pada Kiai Sholeh Darat Semarang.

Keduanya selalu berebutan dan bersaing untuk dapat menata sandal kiainya. Sebagai ganjarannya, karena perbuatannya itu dimata Kiai keduanya dipandang sangat istimewa.

Kegiatan menata sandal ini terlihat sepele, namun ternyata ada dasar kisah dibalik perbuatan yang melibatkan 2 ulama besar Indonesia itu. Ceritanya adalah sebagai berikut :

Di zaman Rasulullah Saw ada seorang bocah berumur belasan tahun bernama Salman. Ia selalu datang lebih dulu ke Mesjid sebelum nabi Muhammad saw datang. Setelah nabi Muhammad saw masuk mesjid, Salman kemudian bergegas merapikan dan membalik posisi sandal Rasulullah. Hal itu dilakukan setiap hari sehingga membuat Rasulullah saw penasaran untuk mengetahui siapa yang melakukan itu.

Suatu kali saat masuk Mesjid, Rasulullah saw sengaja bersembunyi untuk melihat siapa orang yang merapikan dan mengubah letak sandalnya. Saat itulah dilihatlah Salman yang melakukannya.

Nabi Muhammad saw kemudian mendoakan Salman agar menjadi orang yang alim dalam ilmu Fiqh. Setelah dewasa dikalangan ulama Salman dikenal kemudian sebagai ahli Fiqh sesuai nabi saw doakan terhadapnya.

(dari buku kebiasaan 2 ulama besar KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari)

Wallahu a’lam bisshowaab.

Tentang Penulis: ibnuhadi

Gambar Gravatar
Jika engkau tidak bisa menyebarkan kebaikan dengan lisan, maka sebarkanlah kebaikan melalui tulisan