Kisah Nyata Santri Yang Sowan Kepada Gurunya

oleh -471 views
Kisah yang kami suguhkan disini adalah kisah nyata dari seorang Alumni dari Pesantren tua yang ada di Jawa Timur,  Tepatnya di Kabupaten Pasuruan Kecamatan Kraton,  Pesantren tersebut Adalah Pondok Pesantren Sidogiri.
Cerita ini berawal dari seorang alumni santri putra yang sudah menjadi mubaliq terkenal, tak heran jika beliau sering mendapat undangan sampai ke pelosok pedalaman nusantara,  pada suatu waktu saat berceramah dia memandang sosok wajah yang dia masih ingat dalam ingatannya, dia tidak lain temannya saat nyantri di Pondok Pesantren Sidogiri,  di sela-sela orang banyak temannya tersebut kemudian menghilang entah kemana, saat acara usai sang muballigh tersebut mencari twmannya yang menghilang tadi saat acara pengajian dimulai,  alhamdulillah,  akhirnya Allah mentakdirkan mereka bertemu, setelah sekian lamanya tak berjumpa dan sang mubaliqh bertanya, “kenapa engkau tadi pergi saat pengajian belum usai??”
Temannya tersebut menjawab, “aku malu teman, karna ternyata itu adalah dirimu” sang muballigh langsung bertanya,  “kenapa malu? Kita kan pernah satu pesantren” temannya pun menjawab “Karna keadaanku yg sekarang ini, hidupku miskin kawan, untuk memenuhi kebutuhan anak dan istriku, aku harus mencari katak/kodok, yang mana setelah kumpul banyak lalu aku jual yang terkadang hanya dapat menghasilkan uang Rp20,000 saja, kalo tidak dapat,  ya tidak punya uang untuk beli beras”.
diapun terus bercerita jika selama ini, tidak pernah sowan pada Guru Sidogiri,  karna tidak punya uang untuk ongkos dan sowan, juga tidak pernah ikut Pengajian Sidogiri yang digagas oleh IASS, tidak pernah ke pesarean.
Dengan spontan sang muballigh lalu mengajak dia untuk sowan ke Hadratus Syaik KH.  Nawawi Abd Jalil, tentu saja dia langsung menolak, karna tidak punya uang sama sekali, namun Sang Mubaligh bersikeras menajak temannya tersebut dan tidak memikirkan biaya perjalanannya dan uang untuk sowan ke Kiai,singkat cerita sesampainya di hadapan Hadratus Syaik KH. Nawawi, dia menghaturkan cerita hidup temannya yang sangat penuh dengan ujian dan cobaan,  lalu Hadratus Syaik KH.  Nawawi dawuh “Pohon kalau tidak disiram, maka akarnya akan mati, dan salah satu cara agar tetap hidup teruslah silaturrahim dengan sowan ke Pesarean,  ikut Kegiatan Pengajian Kitab Sidogiri”
Kemidian oleh Hadratus Syaik KH Nawawi diberi wiridan dan suruh diamalkan sampai 7 hari lamanya, setelah7 hari, segeralah ia berjalan ke arah selatan.
Di tengah perjalanannya ke selatan dia bertemu dengan orang yang sedang menebang kayu d hutan (kayu besar) si penebang kayu langsung menawarkan kayunya, tapi sang alumni menolak,  karna tidak punya uang untuk membelinya,  si penebang kayu pun menawarkan untuk menjualkan saja,  dan ambi kelebihan dari harga penjualan sebagai keuntungannya,  dan alhamdulillah dari hasil penjualan kayu tersebut dia untung 1 jt.
Keesokan harinya dia langsung pergi sowan lagi ke Hasratus Syaik KH Nawawi bersama temannya yang muballigh itu lagi, Sang Kiai bertanya,  Bagaimana,  sudah ada peningkatan?” “Ia Kiai, Alhamdulillah saya dpt rezeqi 1 jt”. Lalu Hadratus Syaik menyuruh untuk mengamalkan lagi selama 7 hari dan setelah mengalkan selama 7 hari dia disuruh berjalan lagi ke selatan, dan dia mengalami kejadian yang serupa,  tapi hasil yangbia dapatkan 5 kali lipat dari sebelumnya,  subhaanalah……
singkat cerita dia sekarang sudah berhenti mencari kodok dan tidak kesulitan lagi mencari rizqi, subhanallah, begitu besar barokah Guru…
Semoga kita dapat mengambil hikmah dari cerita kisah nyata ini, dan bisa sowan kepada guru-guru kita yang ada di pesantren..

Tentang Penulis: ibnuhadi

Gambar Gravatar
Jika engkau tidak bisa menyebarkan kebaikan dengan lisan, maka sebarkanlah kebaikan melalui tulisan