Penjajahan Belanda di Indonesia

oleh -390 views
foto dokumentasi dari historia.id
Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun. Bangsa Belanda menjajah bangsa Indonesia pada tahun 1596 sampai 1942. Bangsa Belanda pertama kalinya datang ke Indonesia dengan sikap dan sifat yang ramah. Namun pada tahun-tahun berikutnya, bangsa Belanda berubah sikap dan sifatnya menjadi kejam dan memperbudak rakyat Indonesia.
Bangsa Belanda pergi ke Indonesia pertama kalinya pada tahun 1596. Mereka mendarat di Banten dipimpin oleh Cornelius de Hutman yang didampingi oleh De Keyser. Tujuan Asli dari bangsa Belanda ialah mencari rempah-rempah. Pada saat masa itu, rempah-rempah yang dihasilkan oleh rakyat Indonesia sangat dibutuhkan oleh bangsa-bangsa yang berada di Eropa dan rempah-rempah rakyat Indonesia digolongkan sebagai rempah-rempah terbaik di dunia.
Pada tahun 1602. Belanda membentuk kongsi dagang yang bernama VOC (Vereenigde Oast Compagnie) artinya persekutuan dagang Hindia Timur. Orang Indonesia menyebutnya Kompeni. Belanda mengangkat Pieter Both sebagai Gubernur Jendral VOC yang pertama menjalankan VOC. Belanda membuat VOC dengan tujuan untuk menguasai Indonesia dan mengendalikan harta yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia seperti tanah dan hasil tumbuh-tumbuhan.
VOC juga diperintah Belanda diberi hak untuk melakukan monopoli perdagang di wilayah Indonesia. Hak dan kekuasaan itu di antaranya mengadakan perjanjian dengan raja-raja, membentuk angkatan perang, mencetak uang sendiri, mengangkat pegawai, menyatakan perang dan memungut pajak. Dengan telah terlibat pemerintahan Belanda di wilayah Indonesia berarti Belanda menjajah Indonesia.
Faktor-faktor yang menyebabkan Belanda menguasai wilayah Indonesia antara lain: pada masa itu sifat-sifat kedaerahan lebih kuat sehingga lebih mudah diadu domba, letak geografis Indonesia, dan dilator belakang keadaan masyarakat yang miskin dan kurang wawasan pendidikan sehingga dapat mengakibatkan sulitnya berkomunikasi.
Monopoli perdagangan yang dilakukan oleh Belanda dengan organisasi VOC mengakibatkan rakyat Indonesia sulit untuk hidup setelah dikeluarkan dua peraturan, yaitu:
1). Rakyat menjual hasil rempah-rempah hanya kepada VOC.
2). Jenis tanaman dan tempat menanam rempah-rempah ditentukan oleh VOC.
Kedudukan Belanda semakin kuat sehingga John Pieterzoon Coen dapat menyebut kota Jayakarta (Jakarta) dan mengganti nama dengan Batavia. Kota Batavia yang dikuasai Belanda itu dijadikan sebagai pusat kegiatan VOC dan pusat pemerintahan di seluruh wilayah Indonesia.
Banyak penderitaan yang dialami oleh rakyat Indonesia dulu diakibatkan oleh Belanda itu semakin berat karena belanda mengadakan Kerja Paksa/Kerja Rodi. Tenaga kerja rakyat Indonesia dikuras habis oleh Belanda dan Belanda sangat kejam bagi Indonesia pada jaman dulu.
Karena Kebijakan Ekonomi Belanda, rakyat Indonesia terutama rakyat kecil itu mengalami kerugian yang besar. Karena kebijakan ekonomi Belanda dikenal dengan sebutan Pajak Tanah. Pada kebijakan itu disebutkan bahwa semua tanah menjadi hak milik pemerintahan Belanda, oleh karena itu, para petani berkewajiban membayar sewa tanah kepada Belanda, pemungutan itu dilakukan oleh Belanda secara Paksa.
Politik adu domba atau politik pecah belah atau bahasa Belandanya Devide et Impera adalah suatu upaya dari Belanda yang digunakan untuk menguasai sebuah wilayah dengan menggunakan adu domba dalam sebuah sistem kerajaan. Belanda menggunakan sistem ini sejak awal memasuki Indonesia, zaman VOC hingga Hindia Belanda. Berbeda jauh dari dulu, negara Belanda sekarang adalah negara yang sangat menjunjung tinggi adanya HAM. Politik adu domba pada abad 17 sangat digemari VOC untuk menguasai suatu daerah, dengan cara inilah Belanda yang bahkan jumlahnya jauh lebih sedikit dari pribumi bisa mengalahkannya.
#Copas

Tentang Penulis: ibnuhadi

Gambar Gravatar
Jika engkau tidak bisa menyebarkan kebaikan dengan lisan, maka sebarkanlah kebaikan melalui tulisan