Peternak Ayam Broiler Nasibmu Kini Menyedihkan

oleh -59 views

Oleh: Abdul Arif

Hari ini harga ayam broiler di tingkat peternak Rp 11.500/kg, padahal modal pemeliharaan Rp 17.000/kg. Di sini dengan kasat mata bisa dilihat peternak rugi Rp 5.500/kg.

Bagi peternak mitra perusahaan besar kondisi ini tidak berpengaruh mengingat mereka sudah mengikat kontrak dengan harga Rp 17.000-19.000/kg. Namun bagi peternak broiler mandiri kondisi ini jelas pukulan mematikan.

Kuat diduga anjloknya harga daging broiler disebabkan pasokan melimpah di pasar. Dari mana pasokan itu? Besar kemungkinan dari perusahaan besar pemain broiler mengingat merekalah yang punya stok broiler dalam jumlah besar.

Lalu untuk apa para pemain besar itu menjalankan “proyek rugi” dengan melepas begitu banyak ayam ke pasar? Ada dua kemungkinan:

  1. Mereka tengah kelebihan stok karena pasar sepi.
  2. Mereka ingin membunuh peternak broiler mandiri atau menekan mereka agar mau bergabung dalam sistem kemitraan.

Poin pertama rasa-rasanya kurang masuk akal mengingat pemain besar bergerak dengan perencanaan matang. Mereka sudah menghitung dengan cermat daya serap pasar sehingga terhindar dari over stock.

Jika poin kedua yang terjadi maka wajah kapitalisme paling hitam dan brutal sedang dipertontonkan: yang besar/kuat memakan yang kecil/lemah.

Sekarang apa yang harus dilakukan oleh peternak mandiri? Tetap bertahan atau menyerah untuk kemudian bertekuk lutut di kaki pemodal besar? Tergantung cara pandang si peternak itu sendiri.

Saya sendiri sejauh ini masih istiqomah di jalur mandiri dengan mengembangkan ayam lokal (ayam kampung). Semoga pilihan saya ini benar. Alhamdulillah sejauh ini harga ayam kampung stabil karena pasarnya tidak banyak mengalami “kejutan”.

Jayalah peternak mandiri Indonesia!(*)

Tentang Penulis: ibnuhadi

Gambar Gravatar
Jika engkau tidak bisa menyebarkan kebaikan dengan lisan, maka sebarkanlah kebaikan melalui tulisan