Saat Indonesia Menjadi Rebutan Bangsa Penjajah

oleh -215 views
Negara Indonesia adalah negara yang kaya, dengan ribuan pulau yang berjejer dari Sabang sampai Merauke atau dari Aceh sampai Papua. Begitupun juga dengan sumber daya alam yang berlimpah, sehingga ada pepatah mengatakan: “Tanah Indonesia adalah tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman”. Untuk mengungkapkan betapa suburnya negara kita tercinta ini dan kekayaan itu pulalah yang membuat negara kita ini jadi sasaran para penjajah (bangsa Eropa) dan menjadikan rakyatnya budak di rumah sendiri yang katanya kaya.
Tapi bagaimana awalnya bangsa Eropa yang secara geografis sangat jauh dari negara kita bisa mengetahui kekayaan yang dimiliki negara kita?
Dahulunya bangsa Eropa masih buta akan keberadaan dunia baru. Namun pengalaman saat Perang Salib tanpa disadari telah membuka mata orang Eropa tentang peradaban yang jauh lebih unggul ketimbang mereka. Eropa mengalami pencerahan akibat bersinggungan dengan orang-orang Islam dalam Perang Salib. Anggapan mereka bahwa bangsa Eropa adalah wilayah termaju di dunia telah dihancurkan oleh keberadaan bangsa Arab yang telah dikenal dunia sebagai bangsa pedagang pemberani yang terbiasa melayari samudera luas hingga ke Nusantara. Setelah itu bangsa Eropa belajar bahwa di luar sana masih banyak bangsa yang lebih maju dan tentu saja tanah yang memiliki sumber daya alam yang berlimpah.
Tokoh yang bertanggung jawab atas kedatangan Eropa ke Nusantara adalah Paus Urbanus II, yang mengobarkan perang salib untuk merebut Yerusalem dalam Konsili Clermont tahun 1096 dan Paus Alexander VI.
Paus Alexander VI pada tahun 1494 memberikan mandat resmi gereja kepada Kerajaan Katolik Portugis dan Spanyol melalui Perjanjian Tordesillas. Dengan adanya perjanjian ini, Paus Alexander dengan seenaknya membelah dunia di luar daratan Eropa menjadi dua bagian untuk terserah mau diapakan.
Jalur perampokan bangsa Eropa ke arah timur jauh menuju kepulauan Nusantara pun terbagi dua. Spanyol berlayar ke Barat dan Portugis ke Timur, Namun keduanya akhirnya bertemudi Maluku. Dari Maluku inilah Portugis dan Spanyol berhasil membawa rempah-rempah (yang dahulu nilainya sama bahkan melebihi emas) ke Eropa. Hal ini terdengar oleh bangsa Eropa lain seperti Inggris, Prancis dan Belanda dan Negara tersebut juga ikut mengirimkan Armadanya untuk mencari dunia baru dengan rempah yang berlimpah tersebut. Dan sejak itu bangsa Eropa bergantian menjajah Indonesia untuk mengeruk kekayaan alam ini.
Sebagaimana kita melakukan sesuatu, tentu bangsa Eropa juga memiliki tujuan dalam melakukan penjelajahan samudera. Meskipun banyak faktor yang melatarbelakangi bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudera namun keseluruhannya bertujuan ke 3G, yakni: Gold, Glory, dan Gospel. Apa yang dimaksud dengan Gold, Glory, dan Gospel?
Gold memiliki arti Emas yang secara filsafat merupakan kekayaan. Dengan adanya semboyan ini bangsa Eropa bertujuan untuk mencari kekayaan dengan melakukan ekspedisi dan penjelajahan.
Glory memiliki arti kejayaan. Salah satu semboyan ini merupakan motivasi bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudera. Dengan tujuan mencari kejayaan bangsa Eropa berharap mampu menguasai dunia luar dengan visi utama mencari kejayaan bagi diri mereka. Mereka yakin dengan menguasai dunia dapat mengantarkan mereka dalam kejayaan, baik kejayaan ekonomi, sosial, maupun yang lainnya.
Gospel adalah keinginan bangsa Eropa untuk menyebar luaskan atau mengajarkan agama Kristen ke dunia luar, khususnya di Indonesia.

Tentang Penulis: ibnuhadi

Gambar Gravatar
Jika engkau tidak bisa menyebarkan kebaikan dengan lisan, maka sebarkanlah kebaikan melalui tulisan