Tips Agar Dicintai Dengan Cinta Yang Hakiki

oleh
maqonsae ~ cinta yang hakiki

Ada hadits tentang cinta hakiki yang jarang dipahami seccara mendalam oleh banyak pembacanya. Menurut hadits itu, kalau Allah mencintai seorang hamba, maka Allah memanggil Jibril dan berfirman: “Aku mencintai Fulan, maka cintai dia.” Jibril kemudian berkata kepada penduduk langit: “Allah mencintai Fulan, maka kalian harus mencintainya.” Maka jadilah si Fulan itu menjadi orang yang dicinta dan diterima sepenuh hati di muka bumi.

Lebih jelasnya hadis tersebut adalah sebagai berikut:

إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ إِنِّى أُحِبُّ فُلاَنًا فَأَحِبَّهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِى فِى السَّمَاءِ فَيَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلاَنًا فَأَحِبُّوهُ. فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِى الأَرْضِ. وَإِذَا أَبْغَضَ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَيَقُولُ إِنِّى أُبْغِضُ فُلاَنًا فَأَبْغِضْهُ فَيُبْغِضُهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِى فِى أَهْلِ السَّمَاءِ إِنَّ اللَّهَ يُبْغِضُ فُلاَنًا فَأَبْغِضُوهُ فَيُبْغِضُونَهُ ثُمَّ تُوضَعُ لَهُ الْبَغْضَاءُ فِى الأَرْضِ
“Sesungguhnya jika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah memanggil Jibril: “Sesungguhnya Aku telah mencintai si fulan maka cintailah fulan”. Jibril pun mencintainya, kemudian Jibril menyeru penduduk langit: “Sesungguhnya Allah telah mencintai si fulan, maka cintailah kalian fulan”, maka penduduk langit pun mencintainya dan diletakkan baginya penerimaan di tengah-tengah penduduk bumi”.
Dan jika Allah membenci seseorang, maka Allah menyeru Jibril dan berkata: “Sesungguhnya Aku membenci si fulan maka bencilah dia”. Jibril pun membencinya. Kemudian Jibril menyeru penduduk langit: “Sesungguhnya Allah membenci si fulan maka becilah dia”. Penduduk langit pun membencinya, kemudian makluk dibumi pun membencinya.”


Jadi cinta sejati itu hadir dari atas langit, bukan melalui iklan yang bertebaran dan promosi yang digembar-gemborkan. Cinta yang tak hadir dari langit adalah cinta yang berwaktu, cinta yang terseok-seok dalam menjalani cerita kehidupan. Inilah alasan mengapa taqarrubb (mendekat kepada Allah), doa, istikharah dan shalat hajat menjadi penting sebagai upaya.

Cintanya Allah kepada seorang hamba adalah kata kunci menjadi orang yang dicinta. Kalau sudah digapai, tak perlu lagi khawatir dengan hinaan, cacian dan penjelekan oleh orang lain kepada dirinya. Sang pembenci dan pemilik iri hati dan dengki akan pasti selalu ada, walau akhirnya akan mundur dan hancur sendiri. Tak perlu lagi gelisah dengan upaya orang lain untuk meruntuhkan dirinya demi untuk mengangkat dirinya sendiri. Yang memusuhi mereka yang dicinta Allah pada waktunya akan kalah sendiri karena sesungguhnya dia beroposisi dengan Allah.

Baca juga: Cara Jitu Di Cintai Dan Di Ridhai Allah

Musuh, pembenci, tukang iri hati tak mesti datang dari jauh, bahkan bisa jadi dari orang yang paling dekat dengan kita. Karena itulah maka muncul istilah “musuh dalam selimut.” Kata guru saya: “Sejarah mengajarkan bahwa yang tak mungkin menjadi musuhmu hanyalah ibumu yang melahirkan, membesarkan dan kemudian membiarkanmu bahagia walau tanpa mengingat jasanya kembali.”

Tentang Penulis: ibnuhadi

Gambar Gravatar
Jika engkau tidak bisa menyebarkan kebaikan dengan lisan, maka sebarkanlah kebaikan melalui tulisan